Teknologi, Sang Pembantu Handal di Balik Layar!

 Tanpa kita sadari, teknologi selalu hadir, mengekori kita di kehidupan sehari-hari.


    Pernahkah anda memperhatikan sekitar anda ketika anda beraktivitas? Di saat murid bersekolah, di saat perkerja kantoran bekerja, bahkan sesederhana seseorang yang sedang bosan dan berusaha menghabiskan waktu. Di saat seseorang melakukan pekerjaan atau pun bersekolah, sadarkah bahwa kebanyakan waktu, ada satu hal yang tidak lepas apa pun aktivitasnya? Ya, benar sekali! Hal itu adalah teknologi. 

    Pikirkanlah, pada zaman ini, bahkan kebanyakan sekolah menengah sudah memperbolehkan murid-muridnya untuk membawa gadget seperti handphone, laptop, smartwatch, dan sebagainya. Di sekolah saya sendiri, saya juga diperbolehkan membawa gadget. Sekarang bahkan handphone dan laptop sudah menjadi sebuah kebutuhan dan kewajiban. Ujian menggunakan laptop. Tempat mengumpulkan tugas pun juga memakai aplikasi kelas online seperti Google Classroom. Juga pekerjaan kantoran tentunya tidak bisa lepas dari teknologi-teknologi tersebut. Tapi itu masih hanya sebatas pekerjaan. Sadarkah anda bahwa kehadiran teknologi di kehidupan sehari-hari lebih sering daripada yang mungkin anda lihat dan sadari? Dan kehadirannya telah ada sejak zaman dahulu kala, membantu kita?

    Tunggu, tapi sebelum membahas itu, apa sebenarnya yang disebut dengan teknologi?

    Jadi, kata teknologi berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata techne yang memiliki arti seni, kerajinan, atau keterampilan. Serta logos yang memiliki arti ilmu atau studi. Sehingga jika disimpulkan secara harfiah, teknologi adalah sebuah studi atau pun ilmu pengetahuan tentang sebuah seni, kerajinan, atau keterampilan tertentu. (Limya Oktavianni, Apa Itu Teknologi? Simak Pengertian dan Manfaatnya Berikut, Mei 2023)

   Teknologi berkembang seiring bertambahnya waktu. Berubahnya sifat manusia, kebiasaan, sampai cara bertahan hidup. Semua aspek itu tentunya memengaruhi teknologi yang berkembang di antara kita. Perubahan ini ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan performa teknologi agar dapat membantu kehidupan manusia dengan lebih efektif. Teknologi berubah. Demi menjamin kenyamanan, keamanan, segala aspek dalam aktivitas yang dilakukan manusia.

    Perkembangan-perkembangan teknologi yang terjadi tentunya juga bermacam-macam, mengingat bahwa kegiatan keseharian yang dilakukan oleh manusia juga bervariasi.  

    Contohnya sederhananya adalah kompor. Kompor adalah hal yang krusial untuk kehidupan sehari-hari, terutama bagi ibu rumah tangga. Untuk memasak bekal, juga untuk memasak makanan sehari-hari. Semua rumah tentunya pasti memiliki kompor. Dibandingkan zaman dahulu yang masih memakai kayu bakar untuk memasak, sekarang, teknologi memasak tentunya sudah berkembang menjadi lebih canggih demi mempermudah dan mengefektifitaskan waktu. 

      Hal ini dapat dilihat dari cara manusia memasak dari zaman ke zaman. Mungkin para pembaca sudah tahu bahwa pada zaman purba, bahkan manusia tidak memasak daging yang telah mereka buru dan memakannya secara mentah. Tetapi, kebiasaan ini berubah, manusia mulai menggunakan kayu dan api unggun untuk memasak. Perubahan dalam segi ini terus berubah hingga sampai pada hari ini. Kompor menggunakan gas yang dapat menimbulkan api. 

    LPG (Liquefied Petroleum Gas) dengan brand ELPIJI pertama kali dikenalkan di Indonesia oleh Pertamina. Bahan ini kemudian dimanfaatkan untuk kompor gas. Kompor gas masih sangat sering untuk ditemui di kehidupan sehari-hari. Seperti penjual kaki lima, bahkan perumahan pun masih banyak yang memakai kompor gas ini. Tetapi, salah satu kekurangan teknologi ini, kompor gas sering kali menimbulkan kebakaran. Tabung gas yang digunakan sering kali mengalami kebocoran, dan kebocoran ini mengakibatkan meledaknya tabung gas. Saya memiliki pengalaman yang menarik sekaligus sangat membahayakan saat saya masih bersekolah di sekolah dasar. Saat itu bulan Ramadhan. Tentunya ibu saya, seperti tradisi yang identik dengan Ramadhan, membuat kue-kue kering dalam jumlah besar. Nastar, Putri Salju, Sagu Keju, dan banyak jenis kue lainnya sibuk dipanggang dengan oven yang ditenagai LPG. Dapat tercium bau kue yang harum dan bau mentega di udara. Semua berjalan lancar, hingga terdengar suara seperti ledakan kecil, suara seperti besi yang menggelegar. Tiba-tiba, api menyulut seluruh oven dan membesar. Untungnya, api bisa segera dipadamkan sebelum menyambar ke dinding rumah. Sejak saat itu, keluarga saya bersumpah untuk tidak pernah menggunakan kompor atau oven bertenaga LPG lagi.

(Sumber gambar kompas.com)

    Mengurangi masalah ini, sekarang sudah banyak beredar kompor induksi yang berteknologi listrik. Kompor induksi ini memiliki resiko terbakar yang lebih kecil secara siginifikan, lebih mudah dipakai, dan tidak mengeluarkan api secara fisik. Kompor ini menggunakan panci khusus yang terbuat dari bahan magnet. Sejak kejadian oven saya yang meledak, keluarga saya menggunakan kompor jenis ini.

     Dari kompor yang awalnya berbahan kayu bakar, berkembang menjadi kompor yang berbahan minyak tanah pada abad ke-19 yang dimulai pada sekitar tahun 1801, berkembang lagi menjadi kompor berbahan LPG, hingga sekarang sudah banyak beredar kompor induksi yang bahkan tidak mengeluarkan api secara fisik.

   Itu baru satu contoh. Contohnya lagi seperti di bidang pendidikan. Dulu yang hanya menggunakan buku fisik, kertas, dan papan tulis untuk menjelaskan, sekarang sudah menggunakan teknologi untuk mencatat, mencari informasi, dan mempresentasikan.

    Seperti contohnya papan tulis. Dulu, papan tulis hanya menggunakan papan tulis kapur, tetapi, seiring berkembangnya zaman, papan tulis kapur tergantikan dan kebanyakan sekolah menggunakan papan tulis putih yang  menggunakan spidol sebagai alat untuk menulis di atasnya. Media papan tulis putih yang menggunakan spidol ini dianggap lebih hemat daripada kapur yang cepat habis. Spidol juga dianggap lebih aman dan ramah lingkungan dibanding kapur yang menghasilkan debu yang dapat memicu alergi dan asma.

    Setelah papan tulis putih, media untuk seorang guru menjelaskan bahkan berkembang lagi menjadi sebuah proyektor. Alat ini bukan hanya dikhususkan untuk menjelaskan materi, tetapi, alat yang bisa disambungkan dengan teknologi lain seperti laptop dan handphone ini dapat digunakan untuk presentasi, menonton video beramai-ramai, dan sebagainya.

    Bukan hanya teknologi alatnya, software yang ada pada teknologi pun juga ikut berkembang. Seperti contohnya aplikasi-aplikasi. Dulu, pertemuan dan rapat hanya dilakukan secara tatap muka. Tetapi, dengan berkembangnya aplikasi yang dibuat, sekarang, banyak sekali aplikasi online meeting yang mungkin sudah sering anda temui. Seperti Zoom, Google Meeting, dan berbagai aplikasi meeting lainnya.

    Perkembangan ini terjadi secara signifikan pada tahun 2020, tepatnya saat virus Covid-19 mengakibatkan pandemi dan memaksa pekerja bahkan murid untuk melakukan kegiatan dari rumah demi mengurangi penyebaran virus tersebut. Ditengah kondisi yang rumit itu, aplikasi-aplikasi seperti yang tadi sudah disebutkan tentunya sangat membantu berlangsungnya pembelajaran dan pekerja-pekerja  kantoran.

(Sumber gambar Google)

    Teknologi ada diperuntukkan untuk membantu kegiatan manusia. Teknologi akan berkembang mengikuti kebutuhan manusia. Manusia tiada hentinya mempelajari ilmu-ilmu yang ada di dunia ini demi menciptakan alat secanggih mungkin yang dapat menjadi pembantu di balik layar kehidupan manusia. Tanpa kesadaran kita akan waktu yang perlahan mengevolusi teknologi satu per satu, sekarang kegiatan kita tidak bisa lepas dari hadirnya teknologi. Teknologi selalu ada di sekitar kita. Handal membantu disaat kita dihadapkan dengan sebuah halangan.

    

 Lomba OTN dan Pameran Indocomtech, Sebuah Pengalaman Berharga Bekal Masa Depan!


(Sumber: Dokumentasi pribadi)

    Final OTN akhirnya dapat diselenggarakan di Ice BSD pada tanggal 31 Oktober - 3 November 2024. Setelah perjuangan besar panitia untuk menyelenggarakan acara besar ini, semua termasuk peserta juga berjuang untuk meraih hasil terbaik. Final OTN adalah ajang bergengsi yang telah diakui Kemendikbud dan menjadi salah satu lomba yang banyak digemari oleh murid-murid dari berbagai jenjang. Bukan hanya kegemaran, tentunya lomba ini menjadi populer sekali mengingat teknologi adalah hal krusial yang ada di kehidupan kita. Setiap langkah kita, teknologi pasti akan selalu hadir di langkah itu. OTN juga merupakan hasil kolaborasi guru se-Indonesia untuk mengembalikan mata pelajaran TIK yang sempat dihapus pada tahun 2024. 

    Kegiatan OTN 2024 dimulai dengan registrasi ulang. Saat memasuki gedung, saya disambut dengan suasana menyenangkan dan rasa semangat membara untuk memperluas ilmu pengetahuan saya. Tetapi yang lebih serunya lagi, bukan hanya lomba, bahkan kita juga bisa menyaksikan pameran bergengsi yang menghadirkan berbagai jenis teknologi yang belum kita ketahui. Seperti salah satu yang sangat membuat saya terkejut dan bahkan sangat terkesan, adalah drone besar yang digunakan untuk menyiram tanaman. Drone itu sangat besar! 

(Sumber: Dokumentasi pribadi)

    Drone ini berperan penting pada kultur agraris karena drone ini sangat membantu dalam penyiraman tanaman. Drone ini bahkan lebih besar dari tubuh saya! 

    Salah satu yang menjadi favorit saya juga di sini, adalah bagian pameran yang menunjukkan patung-patung. Seperti barang di museum, menurut saya bagian ini menjelaskan perkembangan teknologi yang ada disekitar kita dari tahun ke tahun. Dimulai dari teknologi tradisional yang masih menggunakan bahan-bahan tradisional, hingga teknologi canggih seperti drone tadi yang membuat kita semua tercengang akan perkembangannya.

(Sumber: Dokumentasi pribadi)

    Memikirkan perkembangan-perkembangan yang terjadi, saya semakin semangat untuk mendalami teknologi-teknologin yang ada di sekitar kita. Tetapi, bukan hanya ilmu pengetahuan luas yang saya dapat di sini, saya juga berkesempatan untuk berpartisipasi dalam game-game seru berhadiah yang disediakan oleh pihak setempat. Ada spin the wheel, boneka capit, bahkan ada pameran microwave yang menjelaskan cara bekerja microwave dengan menggunakan popcorn instan. Setelah selesai, kita diberi popcorn itu yang bisa kita jadikan camilan selama berkeliling melihat-lihat pameran. 

    Saat spin the wheel, saya mendapatkan tumbler yang sangat lucu dan bisa saya gunakan untuk membawa air ke mana-mana dengan praktis. Bukan hanya permainan-permainan seru, saat saya mengunjungi booth Fujifilm, bukan hanya bisa mencoba kameranya, saya diberi kesempatan untuk mencoba produk terbaru mereka yaitu sebuah alat print polaroid yang bisa disambungkan ke handphone menggunakan bluetooth. Bukan hanya dapat mencobanya, saya diberikan hasil polaroid itu dengan cuma-cuma! Tapi saya tidak akan bohong, setelah mencoba produk-produk itu, saya menjadi tertarik untuk membeli digital camera agar bisa mendokumentasikan hal-hal di sekitar saya dengan lebih baik untuk blog saya.

(Sumber: Dokumentasi pribadi)

    Lihat, hasilnya lucu sekali, bukan? Polaroid yang sangat trendi ini membuat saya ingin membelinya. Tapi, jangan melupakan tujuan utama saya datang ke tempat ini. Bukan hanya untuk memperluas pengetahuan saya mengenai teknologi dengan melihat pameran, saya di sini untuk mengikuti OTN 2024. Ini bukanlah pengalaman pertama saya. Tahun lalu, saya juga mengikuti OTN 2023 yang dilaksanakan di UNISMA. Saya meraih juara 3. Untuk pengalaman pertama saya, saya cukup bangga dengan hasil yang berhasil saya raih. Namun, saya adalah orang yang ambis. Saya ingin memenangkan juara 1. Jadi saya mengikuti lomba ini lagi pada tahun 2024. Jujur saja, saya merasa gugup. Karena terasa sekali bahwa peserta lain juga memiliki semangat membara untuk menjadi yang terbaik. 
    
    Saya ingin berterima kasih kepada bapak Ramli selaku pembimbing saya. Juga bapak Wijaya Kusumah. Beliau mengajar di sekolah saya yaitu SMP Labschool Jakarta. Dengan bimbingannya saya bisa meraih juara 3 tahun lalu. Saya sangat berterima kasih pada beliau. Beliau juga mengajarkan saya banyak ilmu mengenai teknologi dan Informatika.
 
Lomba menulis di blog dimulai dari pukul 13.00 - 15.00 di hall 8 Ice BSD. Hari ini, lomba yang dilaksanakan bukan hanya menulis di blog, tetapi juga ada E-Sport, dan Fotografi. Bukan hanya menulis di blog, kita juga menceritakan resume pameran kita dengan media kertas yang ditulis tangan.

   Suasana terasa semakin membara saat tiba-tiba sebelum perlombaan dimulai, turun hujan. Walau diterpa badai hujan deras, peserta tetap semangat untuk mengikuti lomba tanpa rasa lelah sedikit pun! Final OTN 2024 ini dihadiri oleh peserta-peserta asalnya dari seluruh penjuru Indonesia. Ada yang dari Kalimantan, dari Aceh, pokoknya beragam. Melihat peserta-peserta lain yang menghadapi halangan wilayah tetapi tetap mau berjuang, membuat saya ingin berjuang menjadi lebih baik juga! Semangat membara saya pada final OTN 2024!
 
(Sumber: Dokumentasi pribadi)



  


#teknologidisekitarkita
#OTN2024










Comments